Skip to main content

follow us

Membuat Pengaturan Adalah Separuh Dari Kehidupan *

Orang yang berakal mengatur kehidupan dunianya dengan akalnya.

Seandainya dia seorang miskin, dia akan bersungguh-sungguh bekerja dan berkarya sehingga bisa mencegah dirinya dari tindakan menghinakan diri dihadapan sesama makhluk. Dia akan meminimalisir ketergantungan (teradap sesama), dan akan bersikap qana’ah; sehingga dia akan hidup terbebas dari pemberian-pemberian orang dan akan hidup terhormat ditengah mereka.

Kalau dia seorang kaya, maka dia harus mengurus belanjanya, karena dikhawatirkan akan jatuh melarat, sehingga membuatnya perlu berhina diri dihadapan sesama makhluk. Dan termasuk musibah kala dia menghambur-hamburkan hartanya, dan membanggakannya untuk membuat musuh merasa sakit hati, seolah-olah dengan perbuatannya itu-bila dia banyak melakukannya-dia sengaja mengundang orang untuk menimpakan pandangan jahatnya pada dirinya. Maka sudah seharusnya untuk megambil jalan tengah dalam berbagai keadaan, dan menyembunyikan apa yang memang seharusnya disembunyikan.

Pernah sebagian tukang cuci menemuka harta, lalu dia banyak berbelanja, hingga (masalahnya) diketahui (orang lain), maka harta itupun diambil darinya, dan kembalilah dia menjadi miskin papa.

Pengaturan itu hanyalah penjagaan kepada harta, besikap pertengahan dalam membelanjakan harta dengan cara adil, dan menyembunyikan hal-hal yang tidak patut ditampakan.
Termasuk satu kesalahan adalah memberitahukan istri tentang jumlah harta yang ada, karena bila hartanya sedikit, suami akan tampak remeh (tidak dihargai) dimata istrinya, dan kalau hartanya banyak, dia akan meminta tambahan pakaian dan perhiasan.
Allah ta’alaa berfirman
وَلَاتُؤْتُوْاالسُّفَهَاءَأَمْوَلَكُمْ ...
“Dan janganlah kalian berikan harta kalian kepada orang-orang bodoh” (an-nisa: 5)

Demikian pula dengan anak.

Pun juga begitu denga rahasia, haruslah dijaga, dan harus berhati-hati terhadap istri dan teman, karena bisa saja keadaan berbalik.

Seorang penyair berkata,
Berhati-hatilah kepada musuhmu satu kali
Dan berhati-hatilah kepada temanmu seribu kali
Karena bisa saja seorang temen akan berbalik
Dan dialah yang paling tahu akan titik yang membahayakan

*Kitab Shaidul Khathir Untaian Renungan Penuh Hikmah Pembangkit Energy Takwa Karya Ibnul Jauzi Penerbit Darul Haq Jakarta

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar